Pages

Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label GenRe. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GenRe. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Juni 2013

Tips Memanfaatkan Waktu Libur Oleh Remaja Indonesia

1. Gunakan waktu yang ada dengan kegiatan yang bermanfaat.
2. Gunakan untuk refreshing atau berlibur kedaerah wisata untuk refreshing
3. Gunakan untuk membantu orang tua
4. Jangan malas bangun pagi karena akan menjadi kebiasaan
5. lakukanlah penelitian atau asah kreativitas mu waktu hari libur
6. Gunakan waktu libur untuk menulis cerita-cerita selama liburan
dan jangan sampai waktu mu terbuang sia-sia karena waktu tak akan pernah kembali.

Semoga Bermanfaat

Sabtu, 04 Mei 2013

Bahaya Rokok

Bahaya Merokok - Rokok sangat berbahaya bagi kesehatan sang perokok maupun orang disekitarnya. Namun masih banyak yang mengabaikan bahaya rokok tersebut dan tidak peduli akan akibat yang disebabkan rokok.

Menurut hasil penelitian oleh King's College London, merokok bisa ''membusukkan'' otak dengan merusak memori, kemampuan belajar dan daya nalar. Subjek penelitian dilakukan terhadap 8.800 orang dengan rentan usia berkisar 50 tahun keatas yang mengalami tekanan darah tinggi dan kelebihan berat badan. Penelitian tersebut juga menyatakan bahwa rokok juga mempengaruhi otak, meskipun dalam tingkat yang lebih rendah.

Bahaya rokok terhadap otak juga dikuatkan pendapat Komunitas Alzheimer yang mengatakan: ''Kami semua tahu, merokok, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan kelebihan berat badan adalah buruk untuk jantung. Penelitian ini menambah bukti bahwa mereka juga berpengaruh buruk untuk otak kita juga.''

Tidak hanya itu saja, menurut penelitian yang yang dipublikasikan oleh American Journal of Public Health, menunjukan hasil yang cukup mencengangkan.

Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa terdapat 42.000 perokok pasif yang meninggal setiap tahunnya, dari korban tersebut 900 diantaranya dalah bayi. Tidak berhenti sampai disitu, ada kemungkinan 600.000 orang lainya berpotensi meninggal. Kerugian materi pun meningkat sekitar 6,6 miliar USD akibat berkurangnya produktifitas SDM yang merokok.

Survey yang dilakukan oleh lembaga Gallup menunjukan bahwa para perokok aktif dan non-perokok (perokok pasif) sepertinya tidak menyadari bahay rokok tersebut.

Agar mendapatkan hasil yang akurat para peneliti tersebut memeriksa penanda toksin dari rokok dalam tubuh, yang disebut Cotinine. Para peneliti tersebut mengukur kadar cotinine dalam darah orang yang meninggal akibat rokok dan mendapati bahwa penyebab kematian paling tinggi lebih diakibatkan oleh dampak rokok terhadap paru-paru dibandingkan pada jantung.

Zat-zat Berbahaya pada Rokok

Hal yang harus benar benar dipahami yaitu ROKOK mengandungkurang lebih 4000 elemen-elemen, dan setidaknya 200 diantaranya dinyatakan bahaya bagi kesehatan. Racun utama pada rokok adalah tar,nikotin,dan karbon monoksida.

Tar adalah hirokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru. Nikotin adalah zat adiktif yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah. Zat ini bersifat karsinogen,dan mampu memicu terjadinya kangker paru-paru.

Selain yang disebutkan diatas berikut ini adalah sebagian dari bahaya akibat rokok:

Reproduksi dan Fertilitas

Dalam bungkus rokok tertera bahwa rokok dapat menyebabkan impoten. Hal ini benar adanya, dampak terhadap  reproduksi dan kesuburan sangat fatal. Merokok membuat seseorang beresiko lebih besar mangalami kerusakan sperma, mengurangi jumlah sperma dan menyebabkan kanker testis.

Paru-paru

Para perokok beresiko terserang Paru Obstruktif Kronik (PPOK), yaitu penyakit progresif yang berdampak membuat seseorang sulit bernapas. Banyak perokok tidak menyadari ketika terserang penyakit ini dan ketika mereka sadar semua sudah terlambat. Tidak ada obat untuk penyakit yang satu ini dan tidak ada cara untuk memperbaiki  kerusakan yang diakibatkanya.

Kanker

Perokok aktif maupun pasif berpotensi menimbulkan kanker seperti kanker paru, nasofaring, lidah sampai lambung. Kanker lambung bisa terjadi disebabkan asap rokok itu sebagian tertelan dan merusak sel-sel selaput lendir di lambung dan mengubahnya menjadi sel kanker

Jantung

Perokok juga akan rentan terkena penyakit jantung dan stroke. Hal ini disebabkan oleh karbon monoksida dari rokok mengambil oksigen pada darah dan berdampak pada pengembangan kolesterol yang mengendap di dinding arteri.

Mulut dan Gigi

Zat zat berbahaya pada rokok juga dapat menyebabkan bau mulut dan gigi bernoda. Dalam kondisi yang semakin lama pada area ini akan peningkatan risiko mengembangkan kanker pada lidah, tenggorokan, dan bibir.

Kulit

Rokok dapat mengakibatkan kurangnya suplay jumlah oksigen ke kulit sehingga dapat mempercepat penuaan dan lama kelamaan kulit akan tampak abu-abu.

Tulang

Bahaya rokok pun berpengaruh pada tulang tubuh, tulang akan cepat lemah dan rapuh. Hal ini lebih berbahaya pada kaum hawa, 5-10% wanita peroko lebih memiliki resiko lebih besar mengalami osteoporosis dibandingkan wanita non-perokok. 

Sabtu, 27 April 2013

Bagaimana Agar Terhindar Dari Penggunaan Napza

1. Berani menolak tawaran untuk menyalahgunakan Napza
2. Atasi masalah dengan cara yang benar
3. Pahami diri anda, terima dan hargai siapa diri anda
4. Pelihara ketahanan fisik dan mental
5. Kembangkan potensi diri
6. Biasakan untuk selalu rileks
7. Salurkan hobby anda dengan kegiatan positif
8. Latihan fisik dan berolahraga
9. Perbanyak membaca untuk menambah wawasan
10. Lakukan rekreasi yang sehat dan bermanfaat
11. Tingkatkan keimanan dan ketaqwaan

Ciri-ciri Remaja Berpotensi Penyalahgunaan Napza

1. Malas
2. Mogok
3. Melamun
4. Merokok
5. Minder
6. Mental Terganggu

Rabu, 17 April 2013

Peran Keluarga Dalam Mencetak Generasi Berencana Berkualitas

Pendidikan dalam keluarga merupakan pendidikan pertama dan terutama bagi anak. Pendidikan keluarga bertujuan agar anak mapu berkembang secara maksimal yang meliputi seluruh aspek perkembangan anaknya, yaitu jasmani dan rohani. Banyak penulis dan peneliti yang membicarakan tentang tujuan pendidikan. Mereka membicarakan bahwa pendidikan tidak hanya mempunyai tujuan menyiapkan individu agar bisa beribadah kepada Allah semata namun juga mencakup semua karya, cipta, rasa dan karsa yang diniatkan kepada Allah.
 Pendidikan keluarga akan ditemukan sebuah karakter yang sangat kuat pada diri seorang anak Pendidikan dalam keluarga dapat memberikan pengaruh besar kepada karakter seorang anak. Sebab itu kunci utama untuk menjadikan manusia tidak manja dan hidup energik terletak dalam pendidikan keluarga. Kalau kita membaca pernyataan berbagai pemimpin besar dunia, maka banyak di antara mereka memberikan nilai penting kepada pendidikan dalam keluarga. Antara lain Bung Karno selalu mengagumkan pengaruh seorang Ibu. Juga Ki Hadjar Dewantara mengemukakan pentingnya pendidikan dalam keluarga. Karena dalam karakter yang ditimbuhkan adalah faktor yang amat penting dalam kepribadian orang. Karena akan banyak mempengaruhi prestasi dalam berbagai bidang seperti memimpin masyarakat. Ilmu pengetahuan dan kemampun teknik adalah penting bagi pencapaian keberhasilan, tetapi tidak akan mencapai hasil maksimal kalau tidak disertai sebuah karakter.
 Keluarga mempunyai peranan penting dalam pendidikan, karena keluarga merupakan tempat pertumbuhan anak yang pertama di mana dia mendapatkan pengaruh dari anggota keluarganya dan itu merupakan masa yang amat penting dan paling kritis dalam pendidikan anak, yaitu tahun-tahun pertama dalam kehidupannya (usia pra-sekolah). Sebab pada masa tersebut apa yang ditanamkan dalam diri anak akan sangat membekas, sehingga tak mudah hilang atau mudah berubah sesudahnya.
 Ada sebuah pendapat dari seorang ulama yang bahwa sangat pentingnya pendidikan melalui keluarga. Syaikh Abu Hamid Al Ghazali ketika membahas tentang peran kedua orangtua dalam pendidikan mengatakan; Ketahuilah, bahwa anak kecil merupakan amanat  bagi kedua orangtuanya. Hatinya yang masih suci merupakan permata alami yang bersih dari pahatan dan bentukan, dia siap diberi pahatan apapun dan condong kepada apa aja yang disodorkan kepadanya. Jika dibiasakan dan diajarkan kebaikan dia akan tumbuh dalam kebaikan dan berbahagialah kedua orang tuanya baik di dunia maupun di akhirat kelak. Namun sebaliknya bila anak dibiasakan dengan kejelekan, niscaya akan menjadi jahat. Kedua orang tuanya juga ikut menanggung dosanya. Maka hendaklah orang tua memelihara, mendidik dan membina serta mengajarinya akhlak yang baik kepada anak-anaknya, tidak membiasakannya bersenang-senang dan tidak pula menjadikannya suka kemewaan biar waktu dewasa umurnya tidak dihabiskan untuk memburu kesenangan dunia semata.
 Kualitas SDM yang akan terbentuk dari seorang anak didik, sangat tergantung seberapa besar pendidikan orang tua ketika di rumah. Apabila dalam keluarganya, keluarga memberikan pendidikan yang baik, maka hal tersebut akan terbawa ke dalam kepribadian anak tersebut sampai ke sekolah maupun dalam masyarakat. Sehingga peran keluarga sangat vital dalam membentuk generasi yang berkualitas. Komponen sekolah maupun institusi yang ada hanya sebagai penguat dalam mengarahkan pendidikan yang lebih struktural.
 Pendidikan yang sebenarnya bisa mencetak generasi yang berkualitas adalah dimulai dari lingkungan keluarga. Dimana seorang anak memulai berinteraksi, belajar, menemukan pola kepribadian yang terbentuk. Segala yang dibiasakan dan di bangun dalam keluarga tersebut yang akan membentuk seorang anak di kedepannya.

Kamis, 11 April 2013

GENERASI BERENCANA SEBAGAI MODAL PEMBANGUNAN BANGSA

Masa remaja adalah masa peralihan atau masa transisi dari masa anak-anak menuju masa dewasa. Pada masa ini, remaja mengalami beberapa perubuhan yaitu dalam aspek jasmani, rokhani, emosional, social dan personal. Akibat perubahan tingkah laku yang dapat menimbulkan konflik dengan orang sekitarnya, seperti konflik dengan orang tua atau lingkungan masyarakat sekitarnya. Konflik tersebut terjadi akibat adanya perbedaan sikap.
Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang  terhadap stimulus atau objek. Manifetasi sikap itu dapat langsung dilihat, tetapi hanya dapat ditafsirkan terlebih dahulu dari perilaku yang tertutup. Sikap secara nyata menunjukkan konotasi adanya kesesuaian reaksi terhadap stimulus tertentu yang dalam kehidupan sehari-hari merupakan reaksi yang bersifat emosional terhadap stimulus sosial.
Schiffman dan Kanuk (2000:104-105), mengatakan sikap adalah predisposisi yang dipelajari dalam proses secara konsisten suatu obyek, dalam bentuk suka atau tidak suka (attitude is a learned predisposition to responds a consistenly favorable or unfavotable manner with respect to given objeck).
Permasalahan remaja saat ini sangat komplek dan mengawatirkan. Hal ini ditujukan dengan masih rendahnya pengetahuan remaja tentang pentinya menjaga kesehatan reproduksi. Jika hal ini diabaikan akan berdampak pada meningkatnya jumlah remaja yang terkena masalah kesehatan reproduksi.
Sebagaimana diketahui saat ini jumlah remaja usia 10-24 tahun di Indonesia berjumlah sekitar 67 juta atau 30 persen dari jumlah penduduk Indonesia 237,6 juta jiwa (Sensus penduduk, 2010). Remaja sangat rentan tehadap resiko TRIAD KRR(Seksualitas, HIV dan AIDS, NAPZA). Untuk merespon permasalahan ini perlu peningkatan pengelolaan PIK Remaja/Mahasiswa dengan menjadikan Pendidik dan Konselor Sebaya yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja/mahasiswa.
Pemberdayaan peran pendidik dan konselor sebaya sangat penting.  Berbagai hasil studi memperlihatkan bahwa para remaja lebih merasa terbuka jika berdiskusi tentang kesehatan reproduksi  dengan orang yang dianggap sebaya dan mengerti tentang kehidupan mereka. Karena itulah para remaja dapat dijadikan tenaga penyuluh, pendidik, pembimbing, dan konselor kesehatan reproduksi melaui latihan, fasilitasi, bimbingan serta bantuan teknis  secara sistematis. Disamping para pendidik dan Konselor sebaya, penting pula untuk memberdayakan para pengelola program seluruh tingkatan (Pusat, Provinsi, maupun Kabupaten/.Kota). Para pengelola tersebut perlu dibekali dengan berbagai pengetahuan tetang bagaimana mengembangkan program kesehatan reproduksi remaja yang ramah renaja (adolescent friendly).
Peningkatan akses remaja terhadap pelayanan kesehatan reproduksi remajaserta meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan Pusat Informasi Konseling (PIK)-Kesehatan Reproduksi Remja (KRR), sehingga jumlah remaja dan orang tua yang mendapatkan informasi dan konseling kesehatan reproduksi remaja melalui PIK  Remaja /mahasiswa meningkat.
Peningkatan akses kualitas PIK Remaja/Mahasiswa  dengan sasaran Pengelola program, Kelompok Remaja, Keluarga, Institusi pendidikan (termasuk pondok pesantren), LSM, organisasi berbasis keagamaan, Organisasi Profesi. Dengan kegiatan utamnya adalah Pemanfaatan PIK Remaja/Mahasiswa  yang sudah ada dan Pembinaan PIK-KRR dalam rangka meningkatkan pengelolaan PIK Remaja/Mahasiwa secara berkisinambungan.

Generasi Berencana Mewujudkan Remaja Berkualitas

Kesimpulan kuliah umum pada tanggal 8 April 2013 di Convention Hall UNAND tentang Generasi Berencana Mewujudkan Remaja Berkualitas oleh Bapak Dr. Sudibyo Alimoeso, MA (PLT Kepala BKKBN Pusat).
GenRe merupakan istilah dari Generasi Berencana dengan istilah yang terkenal adalah "Salam GenRe". Salah satu latar belakang akan adanya program GenRe dari BKKBN ini adalah meminimalisir jumlah penduduk yang ada di Bumi Pertiwi ini. Banyaknya jumlah penduduk yang ada di Indonesdia akan berdampak terhadap kualitas manusia, seperti tingginya tingkat pengangguran, kelaparan, kemiskinan dan hal lain yang tidak inginkan. Oleh sebab itu diadakanlah program GenRe ini.
Selain itu, program GenRe juga mengajak remaja Indonesia untuk "Say No To Free Sex, Drug's and HIV/AIDS".
Untuk melancarkan program GenRe , salah satu media untuk menggelorakannya adalah PIK-Remaja di SMP/SMA dan PIK-Mahasiswa di universitas-universitas. Jumlah PIK-R di Indonesia sampai saat sekarang ini berjumlah lebih kurang 16.000 dan 3.000 PIK-Mahasiswa yang terdiri dari tahap tumbuh,tegak hingga tegar.
Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbanyak no 4 di dunia. Untuk mengurangi jumlah nya dari tahun ke tahun dapat dilakukan dengan program Pendewasaan Usia Perkawinan yang kita kenal dengan PUP. Naiknya jumlah penduduk di Indonesia sangat berdampak terhadap kemiskinan, maka salah satu misi GenRe adalah memutus lingkaran setan kemiskinan (“Vicius Sircle of Poverty”)
 

Blogger templates

Blogroll

Blogger news